Thursday, June 23, 2011

Obesitas

Makanan yang kita makan setiap hari berkontribusi pada kesehatan kita.

Makanan memberikan kita gizi yang diperlukan untuk menyehatkan tubuh dan kalori yang kita butuhkan untuk energi.

Akan tetapi, jika kita makan terlalu banyak, makanan extra tersebut akan diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam tubuh.

Jika kita makan berlebih secara teratur, berat badan kita akan bertambah, dan jika berat badan kita terus bertambah, kita mungkin akan menjadi obese.

Obesitas berarti berakumulasinya kelebihan lemak di dalam tubuh. Obesitas itu dianggap sebagai penyakit kronis (jangka panjang), sama seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Obesitas punya banyak dampak jangka panjang yang serius terhadap kesehatan anda, dan menjadi penyebab kedua dari kematian yang bisa dicegah (tembakau adalah yang pertama).

Obesitas di defenisikan sebagai memiliki body mass index (BMI) yang lebih besar dari 30, dan menjadi sebuah wabah yang menyebar di negara-negara yang sedang berkembang. Obesitas itu sedang meningkat di masyarakat kita karena melimpahnya makanan dan aktivitas fisik bukanlah suatu keharusan.

Setiap tahun, milyaran rupiah dana yang dihabiskan untuk diet, makanan diet, buku-buku diet, pill-pill diet, dan sejenisnya. Milyaran lainnya dihabiskan untuk merawat penyakit yang berhubungan dengan obesitas. Selain itu, dunia bisnis menderita kerugian sekitar $20 milyar dalam produktivitas setiap tahun akibat ketidak hadiran karena penyakit yang disebabkan oleh obesitas.

Penyebab-penyebab Obesitas

Penambahan berat badan terjadi saat kalori yang anda makan lebih banyak dibanding kalori yang anda bakar. Jika makanan yang anda makan menyediakan kalori lebih banyak dibanding yang anda butuhkan, maka kelebihan ini akan diubah menjadi lemak.

Awalnya, cell-cell lemak akan meningkat ukurannya. Saat cell-cell tersebut tidak bisa lagi mengembang, maka jumlahnya akan bertambah. Jika anda menurunkan berat badan, ukuran dari cell-cell ini akan mengecil, tapi jumlahnya tidak akan berkurang.

  • Obesitas itu bukan cuma disebabkan oleh satu faktor saja (kelebihan makan), melainkan oleh banyak faktor. Penyebab dari tidak seimbangnya antara asupan kalori dan konsumsi akan bervariasi dari orang ke orang. Usia, jenis kelamin, genetik, faktor psychologis dan lingkungan, semuanya mungkin berkontribusi.
  • Genetik. Obesitas cenderung untuk menurun pada keluarga. Ini disebabkan oleh faktor genetik, diet, dan kebiasaan gaya hidup. Tapi memiliki kerabat yang obesitas tidak menjamin bahwa anda juga akan menjadi obese.
  • Emosi. Sebagian orang makan berlebih karena sedang depresi, putus asa, marah, bosan, dan banyak faktor lain yang tidak ada hubungannya dengan lapar. Ini tidak berarti bahwa mereka yang overweight itu punya masalah emosional lebih banyak dibanding orang lain. Itu hanyalah berarti bahwa perasaan mereka mempengaruhi kebiasaan makan mereka, yang menyebabkan mereka makan berlebih. Dalam beberapa kasus yang tidak biasa, obesitas mungkin digunakan sebagai mekanisme pertahanan karena menerima tekanan sosial yang berhubungan dengan fisik, terutama pada gadis remaja. Dalam kasus ini, seperti penyebab-penyebab emosional lainnya, intervensi psychologis mungkin akan sangat membantu.
  • Faktor-faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling penting adalah gaya hidup. Kebiasaan makan dan level aktivitas anda itu anda tiru dari orang-orang disekitar anda. Makan berlebih dan kebiasaan untuk pasif (tidak aktif) adalah faktor resiko yang paling penting untuk obesitas.
  • Jenis kelamin. Rata-rata, pria punya otot lebih banyak dibanding wanita. Karena otot membakar kalori lebih banyak dibanding jaringan lainnya, maka pria akan menggunakan kalori lebih banyak dibanding wanita, meski saat mereka sedang beristirahat. Karena itulah, wanita lebih cenderung untuk menjadi gemuk dibanding pria dengan jumlah asupan kalori yang sama.
  • Usia. Otot cenderung untuk berkurang dan lemak cenderung untuk bertambah saat usia kita menua. Metabolisme juga ikut melambat. Kedua faktor ini mengurangi jumlah kalori yang dibutuhkan.
  • Kehamilan. Saat hamil, wanita cenderung untuk menjadi lebih gemuk. Kegemukan ini akan semakin meningkat setiap kali mereka mengalami kehamilan. Penambahan berat badan ini mungkin berkontribusi terhadap obesitas pada wanita.
  • Kondisi medis dan pengobatan tertentu bisa menyebabkan atau mengarah pada obesitas, meski penyebab ini jauh lebih jarang dibanding makan terlalu banyak atau tidak aktif secara fisik. Beberapa contoh dari penyebab ini antara lain:
  • Hypothyroidism
  • Cushing syndrome
  • Depresi
  • Obat-obatan tertentu (contohnya steroids, antidepressants, pill KB)
  • Prader-Willi syndrome
  • Polycystic ovarian syndrome
  • "Kelenjar" (gangguan hormonal) itu jarang menyebabkan obesitas.
  • Obesitas bisa dihubungkan dengan gangguan pola makan lainnya, misalnya binge eating atau bulimia.
  • Distribusi dari lemak tubuh juga berperan dalam menentukan resiko dari penyakit-penyakit yang berhubungan obesitas. Setidaknya ada 2 jenis lemak tubuh. Penelitian yang dilakukan di Scandinavia menunjukkan bahwa kelebihan lemak tubuh yang di distribusikan di sekitar lingkar pinggang (lemak perut) itu lebih beresiko dibanding lemak yang di distribusikan di pinggul dan paha (lemak dibawah kulit).

Kapan Waktunya Mencari Perawatan Medis?

  • Jika anda overweight atau obese dan tidak tahu cara menurunkan berat badan.
  • Jika anda merasa khawatir dengan efek dari diet atau peningkatan aktivitas fisik terhadap masalah medis lain yang anda hadapi.
  • Jika anda tidak berhasil menurunkan berat badan dengan cara anda sendiri.
  • Jika anda ingin berhenti dari "yo-yo" diet.
  • Jika anda merasa khawatir mengenai metode diet anda.

Persentase Lemak Tubuh

Banyak ahli yang setuju bahwa persentase lemak tubuh itu adalah ciri untuk menentukan obesitas. Pria yang memiliki lemak tubuh lebih dari 25% dan wanita yang memiliki lemak tubuh lebih dari 30% itu dianggap obese.

Akan tetapi, persentase lemak tubuh itu sulit untuk diukur dengan akurat. Peralatan khusus yang diperlukan umumnya sulit untuk di temukan di kantor-kantor medis. Metode yang digunakan pada klub-klub kebugaran dan program penurunan berat badan itu mungkin tidak akurat jika tidak dilakukan dengan benar.

Ukurang pinggang juga adalah faktor yang penting. Orang dengan bentuk tubuh seperti apel, yang cenderung untuk menempatkan berat badannya di sekitar pinggang, punya resiko lebih tinggi terhadap penyakit yang berhubungan dengan obesitas. Ini termasuk wanita yang punya ukuran pinggang lebih besar dari 35 inchi dan pria yang mempunyai ukuran pinggang lebih besar dari 40 inchi.

Body mass index

Sebuah pengukuran yang disebut body mass index (BMI) digunakan untuk memperkirakan berat badan anda menurut tinggi badan. Berat badan ini diukur dalam satuan kilogram dan dibagi dengan tinggi dalam satuan meter per segi (kg/m 2). Pengukuran ini juga bisa digunakan untuk menghitung berat dalam pound dan tinggi dalam inchi.

Body mass index itu berhubungan dekat dengan persentase lemak tubuh, namun jauh lebih mudah untuk diukur. Karena itulah, BMI banyak digunakan oleh penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi obesitas. Semakin besar BMI anda, semakin tingi resiko anda untuk mengembangkan penyakit yang berhubungan dengan berat badan berlebih.

Untuk menghitung body mass index anda, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Kalikan berat badan anda dalam pound dengan angka 705
  • Kemudian bagi berat tinggi badan anda dalam inchi
  • Kemudian bagi lagi dengan tinggi badan anda dalam inchi

Apa arti dari BMI anda?

  • Sehat = 18.5 - 24.9
  • Overweight = 25.0 - 29.9
  • Obese = 30 atau lebih
  • Morbidly obese = 40 atau lebih

Perawatan Obesitas

Umumnya, untuk mereka yang overweight atau obese, cara paling aman dan efektig untuk menurunkan berat badan itu adalah dengan mengurangi makan dan memperbanyak olahraga. Jika anda makan lebih sedikit dan memperbanyak olahraga, maka berat badan anda akan turun. Simple memang. Tidak ada pill ajaib. Begitu juga diet yang kedengarannya terlalu indah untuk menjadi kenyataan.

Perawatan di Rumah

Dengan mengurangi asupan kalori harian sebanyak 500 kalori, atau membakar 500 kalori lebih banyak selama berolahraga setiap hari, maka berat badan anda akan turun sekitar 1 pound per minggu.

Setiap program diet yang bagus akan menyertakan olahraga. Sebab olahraga akan membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi kemungkinan untuk makan sepanjang hari. Anda seharusnya berolahraga minimal 30 menit, 5 kali seminggu.

Berolahraga secara teratur juga membantu jantung dan paru-paru, serta menurunkan level triglyceride yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Berolahraga juga membantu meningkatkan level kolesterol HDL ("kolesterol baik"). Melakukan hal-hal yang sederhana sekalipun, misalnya berjalan kaki dan menaiki tangga, pada akhirnya akan menambah jumlah kalori yang terbakar.

Perawatan Medis

Perawatan obesitas secara medis difokuskan pada perubahan gaya hidup, misalnya makan lebih sedikit dan meningkatkan level aktivitas. Tidak ada pengobatan yang bisa menghasilkan penurunan berat badan. Pengobatan hanya efektif jika di kombinasikan dengan mengurangi makan dan memperbanyak olahraga.

Pengobatan yang menghasilkan penurunan berat badan itu umumnya dilakukan dengan cara mengurangi nafsu makan. Beberapa jenis pengobatan yang digunakan pada masa lalu telah terbukti tidak aman dan tidak lagi tersedia.

Pengobatan pengurangan nafsu makan yang terbaru dianggap lebih aman, namun mempunyai efek samping dan mungkin berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Pengobatan jenis ini hanya boleh digunakan dengan pengawasan dari penyedia layanan kesehatan.

Beberapa jenis produk untuk menurunkan berat badan itu telah diketahui bisa membahayakan bagi kesehatan. Sedangkan sebagian produk lainnya, tingkat keamannya masih dipertanyakan. Ini termasuk obat-obatan yang menggunakan resep, obat-obatan yang dijual secara bebas, dan supplement herbal. Hindari produk-produk tersebut.

  • "Phen-fen" dan Redux - Obat-obatan yang menggunakan resep ini telah di hilangkan dari pasaran. Obat-obatan ini dihubungkan dengan gangguan saluran jantung dan pulmonary hypertension. Pulmonary hypertension mempengaruhi saluran darah pada paru-paru dan seringkali berakibat fatal.
  • Ephedra - Bahan alami ini adalah bahan inti dari herbal phen-fen. Ini adalah bahan aktif yang terdapat di dalam MaHuang yang digunakan sebagai stimulant dan pengurang nafsu makan. Ephedra mirip dengan amphetamines, obat diet yang telah dilarang semenjak tahun 1970-an karena bisa menyebabkan kecanduan. Ephedra seringkali dikombinasikan dengan kafein dan aspirin yang meningkatkan efek thermogenic (pembakaran lemak) dari ephedra. Ephedra meningkatkan resiko dari tekanan darah tinggi, detak jantung yang tidak teratur, insomnia, seizure, serangan jantung, stroke, dan kematian.
  • Phenylpropanolamine (PPA) - Seringkali ditemukan dalam obat pengurang nafsu makan juga obat batuk dan demam. Penelitian menunjukkan bahwa produk ini dihubungkan dengan meningkatnya resiko dari hemorrhagic (pendarahan) stroke pada wanita.

Sebagian orang telah mencoba mengkombinasikan lebih dari satu jenis obat penurunan berat badan, atau mengkombinasikan obat penurunan berat badan dengan obat-obatan lain untuk tujuan menurunkan berat badan. Tapi keamanan dan kefektifan dari metode ini belum diketahui.

Operasi

Operasi untuk memperbaiki obesitas (dikenal sebagai bariatric surgery) adalah solusi untuk sebagian orang-orang obese yang tidak bisa menurunkan berat badan dengan usahanya sendiri, atau menderita penyakit parah yang berhubungan dengan obesitas.

Secara umum, operasi hanya direkomendasikan untuk orang-orang yang morbidly obese people (body mass index 40 atau lebih). Ini berarti bahwa pria dengan kelebihan berat badan minimal 100 pound dan wanita dengan kelebihan berat badan minimal 80 pound.

Bariatric surgery terbagi dua jenis, yaitu malabsorptive dan restrictive.

  • Prosedure malabsorptive mengurangi penyerapan makanan oleh usus dengan cara membaypass bagian dari sistem pencernaan.
  • Prosedur restrictive mengurangi jumlah makanan yang bisa dimakan seseorang dengan cara mengecilkan ukuran perut.

Kedua strategi ini mengharuskan perubahan dalam pemrosesan makanan di dalam tubuh. Meski keduanya sukses dalam membantu sebagian orang untuk menurunkan berat badannya, namun keduanya juga mungkin menyebabkan cramp, diare, dan efek-efek yang tidak menyenangkan.

Therapy Lain

Modifikasi tingkat laku adalah metode yang digunakan untuk mengubah sikap anda terhadap makanan dan olahraga. Perubahan ini menghasilkan kebiasaan dan sikap baru, yang membantu anda untuk menurunkan berat badan. Banyak orang yang tidak merasa kesulitan untuk menurunkan atau mempertahankan berat badannya, kecuali mereka mengubah sikap-sikap ini.

Teknik pengubahan tingkah laku itu mudah untuk dipelajari dan dipraktekkan. Umumnya melibatkan peningkatan kesadaran anda terhadap situasi yang membuat anda makan secara berlebihan, sehingga anda bisa menghentikan kebiasaan tersebut.

Pencegahan

Untuk mencegah obesitas dan resiko-resiko kesehatan yang berhubungan dengannya itu mengharuskan perubahan kebiasaan. Agar bisa membiasakan diri untuk makan lebih sedikit, berarti anda harus belajar untuk memikirkan mengenai kebiasaan dan pola makan anda.

Apa yang membuat anda makan berlebih? Apakah coffee break di tempat kerja? Bergaul dengan teman-teman? Menonton TV? Kekurangan energi saat sore? Keinginan untuk makan yang manis-manis saat malam? Apakah anda orang yang menghabiskan sajian terakhir saat makan malam sehingga tidak ada lagi makanan yang tersisa?  Apakah anda makan makanan fast-food atau snack yang tinggi kalori karena tidak punya waktu atau energi untuk memasak?

Dengan memahami apa yang menyebabkan anda untuk makan berlebih bisa membantu anda untuk menghindari situasi yang menyebabkannya, dan mencapai target penurunan berat badan.

Begitu juga dengan meningkatkan level aktivitas fisik, itu sangat berhubungan dengan perubahan sikap. Anda tidak harus menjadi seorang pelari marathon. Carilah cara untuk meningkatkan level aktivitas dengan melakukan hal-hal yang anda sukai.

Kesimpulan

Obesitas meningkatkan resiko dari berbagai penyakit dan masalah kesehatan, antara lain:

  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Osteoarthritis (terutama lutut, pinggul, dan pinggang)
  • Batu empedu
  • Penyakit paru-paru dan sleep apnea
  • Kancer usus
  • Kanker endometrial
  • Depresi
  • Encok

Depresi mungkin adalah salah satu efek umum dari obesitas. Banyak orang obese yang menderita gangguan emosional. Karena kultur kita memberikan penekanan pada penampilakn fisik, yang menyamakan kerampingan dengan kecantikan, maka orang-orang yang obese mungkin jadi merasa tidak menarik.

Mereka juga menjadi subjek untuk prasangka, ejekan, dan diskriminasi, yang mungkin membuat mereka merasa malu atau ditolak.

Obesitas itu juga menjadi resiko utama untuk berkembangnya penyakit diabetes. Untungnya, hal ini mungkin bisa dicegah. Dalam penelitian klinis, pasien yang bersiko tinggi untuk mengembangkan diabetes, resikonya menurun hampir sebanyak 60% dengan cara mengurangi 10% dari beratnya dalam 3 tahun.

No comments: