Wednesday, November 10, 2010

3 Hal Paling Ditakuti dalam Diet Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Program diet ibu menyusui kerap berbenturan dengan suatu dilema. Di satu sisi, seorang ibu menyusui ingin tubuhnya kembali langsing, entah dengan alasan tidak pede atau sekadar merasa tak nyaman dengan “big size” tubuhnya. Di sisi lain, ada hal-hal tertentu yang membuat seorang ibu menyusui merasa takut berdiet.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, 3 hal yang paling ditakuti seorang ibu menyusui untuk menjalankan program diet adalah:

1. Takut Lapar

Anda yang pernah menyusui bayi secara eksklusif, tentunya dapat merasakan bagaimana rasa lapar kerap mendera. Apalagi sehabis menyusui sang buah hati.

Maka, kebanyakan ibu menyusui merasa putus asa sebelum mencoba. “Gimana mau diet, rasanya lapar melulu!” demikian keluh kebanyakan ibu menyusui, termasuk saya (dulu).


Bagaimana cara mengatasi rasa lapar pada ibu menyusui? Gampang! Kalau merasa lapar, ya ngemil sajalah!

Tentu saja, tidak sembarangan makanan yang boleh Anda santap sesuka hati. Selektiflah. Pilih camilan yang kaya serat seperti sayur dan buah. Serat pada sayur dan buah akan menimbulkan efek rasa kenyang lebih lama.

Makanan kaya protein juga baik dijadikan alternatif camilan sehat Anda. Ini bisa didapat pada tahu, tempe, dan putih telur. Tapi ingat, jangan digoreng! Cukup direbus atau dikukus saja. 

Jangan memilih camilan berupa karbohidrat sederhana dan lemak. Karena itu akan membuat berat badan Anda semakin naik dan naik terus tanpa terkendali.

2. Takut Bayi Kekurangan Gizi

Sebenarnya, kualitas ASI Anda ditentukan oleh kualitas makanan yang masuk ke tubuh Anda. Ingat: kualitas dan bukan kuantitas makanan. So, sebanyak apa pun Anda makan, kalau tidak berkualitas ya sama juga bohong.

Seperti apa makanan yang tidak berkualitas itu? Biasanya sih, makanan yang mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Orang biasa menyebutnya “kalori kosong”. Alias jika menyantapnya, kita tak mendapatkan nutrisi apa-apa kecuali overdosis kalori yang menjelma jadi tumpukan lemak di tubuh kita.

Contoh makanan kalori kosong adalah kripik, krupuk, kue kering, gorengan, dan berbagai jenis karbohidrat sederhana lainnya.

Sebenarnya, pengertian diet itu sendiri adalah mengatur menu makanan sehari-hari dengan gizi dan nutrisi seimbang. Jadi, kalau Anda berdiet dengan cara yang benar, mestinya bayi Anda tidak akan kekurangan gizi, namun justru mengalami perbaikan gizi!

3. Takut Bayi “Ikutan Diet”

“Ntar bayi saya ikutan diet, lagi. Berat badannya jadi nggak nambah-nambah,” mungkin itu yang ada di benak Anda saat berpikir hendak memulai program diet ibu menyusui.

Tahukah Anda, sebagian pakar berpendapat bahwa seberapa buruk pun asupan gizi ibu, tubuh seorang ibu menyusui tetap memproduksi ASI yang baik untuk bayi? ASI tersebut diproduksi dengan bahan yang berasal dari cadangan makanan di tubuh sang ibu.

Jadi, kalau Anda melakukan diet rendah karbohidrat dan lemak, misalnya, maka kebutuhan lemak pada ASI yang menambah berat badan bayi akan didapat dari persediaan lemak di tubuh Anda!

Di samping itu, jangan beranggapan bayi gemuk itu sudah pasti sehat! Kelebihan berat badan pada bayi juga sama berbahayanya dengan kelebihan berat badan pada orang dewasa.

Akan lebih baik jika bayi Anda “padat berisi” dan bukannya “gemuk berlemak”. Tubuh akan padat berisi jika mendapat asupan protein yang cukup.

Jadi, memperbanyak asupan protein pada diet ibu menyusui adalah pilihan yang bijak untuk memperbaiki kualitas ASI. Bukan menambah asupan lemak atau karbohidrat sederhana!

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share sebanyak-banyaknya kepada teman Facebook Anda. Cukup dengan KLIK DI SINI

Kebanyakan shake (milkshake) bikin gemuk.
Tapi shake yang ini, bikin langsing lho!
Shake Nutrisi lezat kaya protein dan serat
untuk menu diet Anda!

Detail produk,
KLIK DI SINI


No comments: